Menyingkap Fakta Konstantinople Dan Sultan Muhammad Al-Fateh

OLEH: Abu Amru

Nabi bersabda:
"Akan senantiasa muncul sebuah Thaifah (kelompok kecil) dari ummatku yang menang di atas kebenaran. Tidak membahayakan mereka orang-orang yang meninggalkan mereka sampai datangnya perkara Allah dalam keadaan mereka tetap demikian". (HR. Muslim, At-Tirmidzi dan Ibnu Majah)

Imam Ishaq bin Rahuyah menjelaskan jumlah 'Thaifah' dengan berkata:
"Thaifah berjumlah kurang dari 1000 orang. Dan perkara ini akan sampai pada kejadian yang mana jumlah orang yang berpegang teguh kepada ajaran Rasulullah saw dan para sahabat beliau hanya 1000 orang sebagai penghibur (peringatan) agar mereka tidak tertipu dengan banyaknya jumlah orang yang di atas kebatilan" (An-Nihayah fii Gharibil Atsar)

Kostantinopel adalah Ibu Negara bagi Kerajaan Rome Timur. Maknanya ada 2 Kekaisaran Rome iaitu Rome Barat yang berpusat di Rome dan Kekaisaran Rome Timur yang berpusat di Nova Roma (Rome Baharu).

Kota Nova Roma ini didirikan oleh Kostantin I pada 11 Mei 330M lalu kota ini terkenal dengan namanya sendiri ketimbang Nova Roma yang beliau beri. Sebahagian dari Empayar Baizantium jatuh ke tangan umat Islam pada Perang Salib ke 4 pada 1204M dan kemudian direbut kembali oleh pasukan Nikaea di bawah Panglima Michael VIII Palaeologus pada 1261M. Tamat hayat Kekaisaran Romawi Timur dan Kota Kostantinopel jatuh kepada Kesultanan Turki Uthmaniyah pada 29 Mei 1453 lalu Bangsa Turki memanggilnya sebagai Stamboul atau Istanbul yang berasal dari bahasa Yunani: ‘eis tin poli’ (ke kota).


NANTI KONSTANTINOPEL DAN ROME (VATICAN CITY) AKAN DITAWAN
Dari Abu Qubail berkata: Ketika kita sedang bersama Abdullah bin Amr bin al-Ash, dia ditanya: Kota manakah yang akan dibuka terlebih dahulu; Konstantinopel atau Rome? Abdullah meminta kotak dengan lingkaran-lingkaran miliknya. Kemudian dia mengeluarkan kitab (kitab hadis yang dinamakan Shahifah Sadiqah). Abdullah berkata: ‘Ketika kita sedang menulis di sekitar Rasulullah saw, beliau ditanya: ‘Dua kota ini manakah yang dibuka lebih dulu: Konstantinopel atau Rome? Rasul menjawab: “Kota Heraklius dibuka lebih dahulu”. Iaitu Konstantinopel”. (HR riwayat Ahmad, ad-Darimi, Ibnu Abi Syaibah dan al-Hakim)

Hadis ini dishahihkan oleh al-Hakim. Adz-Dzahabi sepakat dengan al-Hakim. Al-Albani juga telah men-shahih-kan dalam al-Silsilah al-Shahihah.

Nabi juga bersabda: “Kerajaan Parsi akan hancur, dan takkan ada lagi Raja Parsi setelahnya. Kekaisaran Romawi juga akan hancur, dan tak ada lagi Kaisar Romawi setelahnya. Kalian akan membahagi harta simpanan mereka di jalan Allah. Kerana itu, perang adalah tipu daya”. (HR Bukhari dan Muslim)


BUKANKAH MUHAMMAD AL FATEH PENAKLUK KOSTANINOPEL?
Telah menceritakan kepada kami Abdullah bin Muhammad bin Abi Syaibah - dan aku mendengarnya dari Abdullah bin Muhammad bin Abi Syaibah - ia berkata: Telah menceritakan kepada kami Zaid bin Al-Hubbaab, ia berkata: Telah menceritakan kepadaku Al-Waliid bin Al-Mughiirah Al-Mu'aafiriy, ia berkata: Telah menceritakan kepadaku Abdullah bin Bisyr Al-Khats'amiy, dari ayahnya (Bisyr bin Sahim Al-Khats’amiy ra), bahawasannya ia mendengar Nabi saw bersabda:

“Konstantinopel benar-benar akan ditaklukkan, maka senikmat-nikmat pemimpin adalah pemimpinnya dan senikmat-nikmat pasukan adalah pasukan itu”.

Lalu Maslamah bin Abdil-Malik pun memanggilku dan bertanya kepadaku, maka aku menceritakan hadis itu, dan setelah itu, ia pun memerangi Konstantinopel”. (HR ahmad)

Hadis tersebut lemah sebab ada perawi yang bernama Abdullah bin Bisyr al-Khats’amiy. Dalam At-Taariikh Al-Kabir, Al-Bukhari memanggil ia sebagai Ubaid bin Bisyr Al-Ghanawiy. Malah dalam jalan riwayat lain dari At-Taariikh Al-Kabir juga, lelaki tersebut di sebut sebagau Ubaidullah bin Bisyr Al-Ghanawiy. Sedangkan dalam dalam riwayat Ath-Thabarani, Ibnu Khuzaimah, dan Al-Haakim, disebutkan Abdullah bin Bisyr Al-Ghanawiy seperti riwayat Ahmad di atas tadi.

Ulama menilai Ubaid bin Bisyr Al-Ghanawiy a.k.a Ubaidullah bin Bisyr Al-Ghanawiy a.k.a Abdullah bin Bisyr Al-Ghanawiy; semuanya adalah orang yang sama, sebagai lemah. Antara ulama yang melemahkannya adalah Al-Albani dalam Ad-Dha’ifah dan Al-Arna'uth dalam Takhrij Al-Musnad.

Ahmad Syakir, ulama Hadis ulung Al Azhar berkata: “Penaklukan Konstantinopel merupakan sebagai kabar gembira dlm hadis ini akan terjadi di kemudian hari, cepat ataupun lambat, hanya Allah mengetahuinya. Ia adalah penaklukan yang benar (adanya) ketika kaum muslimin kembali kepada agamanya, padahal sebelumnya mereka menolaknya. Adapun penaklukan yang dilakukan bangsa Turk yang terjadi sebelum zaman kita ini, maka hal itu hanya sebagai pembuka bagi penaklukan yang terakhir (paling besar). Kemudian kota ini keluar dari kekuasaan kaum muslimin ketika pemerintahan di sana telah mengumumkan bahwa pemerintahannya bukanlah pemerintahan Islam & bukan pemerintahan agama. Mereka telah melakukan perjanjian dgn orang-orang kafir, musuh-musuh Islam, & memberlakukan undang-undang kafir terhadap penduduknya. Penaklukan yang dilakukan oleh kaum muslimin akan kembali dilakukan insya Allah, sebagaimana dikabarkan oleh Rasulullah saw”. (Hasyiyah ‘Umdatut Tafsiir an Ibni Katsir, diringkas dari ditahqiq oleh Ahmad Syakir).

Bagi sesiapa yang menerima hadis di atas sebagai hasan li ghairihi kerana wujud syawahid atau menganggap Abdullah bin Bisyr sebagai maqbul, maka Imam Ahmad dan Abu Dawud meriwayatkan dari Abdullah bin Bisyr bahawa Nabi saw bersabda:

“Jarak antara pertempuran yang dahsyat dan penaklukkan Konstantinopel adalah 7 tahun, lalu pada tahun ketujuh pun Dajjal keluar”.

Justeru hadis ini menunjukkan bahawa Muhammad Al Fateh bukanlah “Sebaik-baik Raja” yang dimaksudkan oleh Nabi.



KAUM SALIBIN DAN MUSLIM DI AKHIR ZAMAN MEMBUAT PAKATAN PERANG BERSAMA

“Kamu akan mengadakan perdamaian dengan bangsa Rom dalam keadaan aman lalu kamu akan berperang bersama mereka menentang satu musuh dari belakang mereka. Maka kamu akan selamat dan mendapat rampasan perang, kemudian kamu akan sampai ke sebuah padang rumput yang luas dan berbukit-bukit, maka berdirilah seorang lelaki dari kaum Rom. Lalu dia mengangkat tanda salib dan berkata: "Salib telah menang!", maka datanglah seorang lelaki dari kaum Muslimin dan membunuh lelaki Rom tersebut lalu kaum Rom telah berlaku khianat dan terjadilah peperangan demi peperangan. Dimana mereka akan bersatu menghadapi kamu di bawah 80 bendera dan di bawah setiap bendera terdapat 12 ribu bendera”. (HR riwayat Ahmad, Abu Dawud, dan Ibnu Majah)

Nabi bersabda: “Dan masa (zaman) ke 6 adalah perdamaian antara kalian (kaum muslimin) dengan Bani Ashfar (iaitu Romawi atau Eropa). Kemudian mereka akan berjalan (memerangi kalian) di atas 80 ghayah”. Aku (perawi hadis) bertanya: “Apa itu ghayah?”. Beliau menjawab: “Iaitu bendera. Masing-masing bendera membawa 12,000 orang. Perkemahan kaum muslimin ketika itu adalah di sebuah tempat yang bernama Ghuthah di kota yang bernama Damasyik”. (HR riwayat Ahmad. Syaikh Syu’aib Al-Arna’uth dalam Tahqiq Musnad Ahmad berkata: “Isnadnya shahih menurut Muslim.” Dan di-shahih-kan juga oleh Al-Albani dalam Fadla’ilus Syam wa Damsyiq)


RAJA EROPAH AKAN MEMERANGI KAUM MUSLIMIN DENGAN PASUKAN HAMPIR 1 JUTA SALIBIN


Abu Hurairah berkata bahawa Nabi saw bersabda:
“Tidak akan terjadi hari kiamat, sehingga kaum Rom turun di kota Al-A’maaq (lembah Anthakiah, Selatan Turki) dan di Dabiq (dekat Aleppo, Syria). Kemudian datanglah suatu pasukan yang menghadang mereka dari Madinah, yang berasal dari penduduk pilihan bumi. Dan ketika mereka sudah berbaris-baris, maka berkatalah orang Rom, Biarkanlah (jangan kalian halangi) antara kami dengan orang-orang yang memisahkan diri dari kami (yang masuk Islam) untuk kami perangi. Maka kaum Muslimin berkata, Demi Allah, kami tidak akan membiarkan kamu memerangi saudara-saudara kami. Dan ketika mereka (Al-Mahdi serta para pengikutnya) telah sampai di Syam, keluarlah Dajjal. Dan ketika mereka sudah bersiap-siap untuk berperang, mereka berbaris dengan rapi. Tiba-tiba, ketika waktu shalat sudah masuk, turunlah Nabi Isa Ibn Maryam as”. (HR. Muslim dan Ibnu Hibban)


Dalam lafaz yang lain:

“Hari Kiamat tidak akan datang sampai Rom akan mendarat di al-A'maaq atau dalam Dabiq. Suatu tentera yang terdiri daripada (tentera) terbaik dari orang-orang di bumi pada waktu itu akan datang dari Madinah (untuk melawan mereka). Ketika mereka akan menetapkan diri dalam barisan, maka Rom akan berkata: "Jangan berdiri di antara kami dan mereka (umat Islam) yang mengambil tahanan dari antara kita, marilah kita bertarung dengan mereka", dan Muslim akan berkata: "Sebenarnya, dengan izin Allah, kita tidak akan mendapatkan selain daripada anda dan dari saudara-saudara kami yang mungkin anda melawan mereka". Mereka kemudian akan berperang dan 1/3 (bahagian) tentera akan melarikan diri, yang Allah tidak akan mengampuninya. 1/3 (sebahagian daripada tentera) mereka akan menerima syahid yang terbaik di sisi Allah itu, akan dibunuh dan bahagian ketiga yang tidak pernah menerima keadilan akan menang dan mereka akan menakluk Konstantinopel. Dan ketika mereka akan sibuk dalam membahagikan barang rampasan perang (di antara mereka sendiri) selepas menggantung pedang mereka pada pohon-pohon zaitun, Iblis akan menangis: Dajjal telah terjadi di antara keluarga anda. Mereka kemudian akan meninggalkan (untuk kembali ke Syria), tetapi akan menjadi sia-sia. Dan ketika mereka kembali ke Syria, ia ( Dajjal ) akan keluar saat mereka akan masih mempersiapkan diri untuk pertempuran menyusul kedudukan.

Pada saat itu, ketika umat Islam akan mempunyai kelimpahan kekayaan, emas dan perak, kaum Muslim akan sangat diremehkan, lemah dan tak berdaya. Negara-negara musuh akan mengundang satu sama lain untuk menerkam mereka seumpama orang lapar mengundang satu sama lain untuk makanan. Para sahabat r.a. bertanya dengan bimbang mengucapkan:

"Wahai Nabi Allah! Apakah kita akan sangat sedikit jumlahnya?".

Nabi Muhammad saw menjawab:
"Tidak, kamu dalam bilangan yang besar seumpama buih di lautan, terlihat di mana-mana mata boleh mencapai. Tapi kamu akan dapat ditawan oleh 'wahn' ..!"

Para sahabat r.a. bertanya:
"Wahai Nabi Allah! Apa itu 'wahn'?"

Baginda saw menjawab: "Cinta dunia dan takut mati! Kalian akan bergandingan tangan dengan kumpulan Nasrani dan perang dengan yang lain. Kalian akan mendapatkan kemenangan. Pada masa itu, kalian akan hadir dalam dataran pergunungan besar yang banyak pohon. Sementara itu, orang-orang Nasrani akan menaikkan salib dan merujuk kemenangan itu. Pada masa ini, seorang Muslim akan menjadi marah, dan akan menarik salib ke bawah, di mana, orang-orang Nasrani akan bersatu untuk melanggar semua perjanjian dengan orang-orang Muslim. Orang Nasrani akan menuntut beberapa orang yang mereka inginkan, di mana kaum Muslimin akan menjawab: "Demi Allah Mereka adalah saudara kami. Kami tidak akan akan menyerahkan .." Ini akan memulakan perang. 1/3 tentera Muslim akan melarikan diri. Pertaubatan mereka tidak akan diterima. 1/3 lagi akan dibunuh. Mereka akan menjadi 'syahid' yang terbaik di sisi Allah. Sisanya 1/3 akan mendapatkan kemenangan, sampai, di bawah pimpinan Imam Mahdi, mereka akan berperang melawan kafir.." (HR riwayat Ibnu Majah)

Al-Allamah Yaqut Al-Hamawi berkata: “Kota Al-A’maaq disebutkan dalam hadis tentang penaklukan Konstantinopel. Baginda bersabda: “Kemudian pasukan Romawi turun di kota Al-A’maaq dan Dabiq. Dan mungkin juga ada hadis dengan bentuk jamak dan yang dimaksud adalah Umuq. Iaitu sebuah wilayah dekat kota Dabiq di antara kota Halab (Aleppo) dan kota Anthakiah”. (Mu’jamul Buldan)


TENTERA DARI ADEN YAMAN BERGABUNG DENGAN IMAM MAHDI UNTUK MELAWAN SALIBIN
Al-Imam Abdur Razzaq Ash-Shan’ani meriwayatkan perkataan sahabat Nabi, Abdullah bin Amr bin Al-Ash r.a berkata:

“Rome akan memiliki raja yang mereka taati –atau yang hampir tidak pernah didurhakai-. Kemudian mereka turun di tempat demikian dan demikian (iaitu kota Al-A’maaq atau kota Dabiq)”. Abdullah bin Amr berkata: “Aku tidak pernah melupakan tempat tersebut”. Kemudian beliau berkata: “Kaum Mukminin ketika itu saling meminta bantuan kepada yang lainnya (dalam menghadapi tentara Romawi yang banyak) sampai akhirnya penduduk Aden Abyan membantu mereka di atas air sumur-sumur mereka”. (Atsar riwayat Abdur Razzaq dalam Jami’ Ma’mar bin Rasyid: dan juga dalam Mushannafnya)

At-Thabrani berkata: “Telah menceritakan kepada kami Ishaq Ad-Dabari, telah menceritakan kepada kami Abdur Razzaq, telah menceritakan kepada kami Mundzir bin Nu’man dari Wahab bin Munabbih dari Ibnu Abbas, ia berkata: “Aku telah mendengar Rasulullah saw bersabda: “Akan muncul dari Aden Abyan (Yaman) seramai 12,000 orang yang menolong Allah dan Rasul-Nya. Mereka adalah sebaik-baik orang di antaraku dan mereka”. (HR riwayat Ahmad dan Ath-Thabrani dalam Al-Kabir)

Syaikh Al-Albani menyatakan: “Dan sanadnya adalah shahih kerana perawinya adalah orang-orang tsiqat, perawi Al-Bukhari dan Muslim selain Mundzir ini. Dan ia (Mundzir) di-tsiqat-kan oleh Ibnu Ma’in sebagaimana yang telah kamu lihat”. Silsilah Al-Ahadits Ash-Shahihah)

Syeikh Muqbil menulis surat kepada para ikhwan di Aden dengan berkata:
Maka ini adalah suratku kepada saudara-saudaraku fillah Ahlus Sunnah, dari kalangan penduduk kota Aden. Semoga Allah menjaga mereka dan melindungi mereka dari segala keburukan dan perkara yang dibenci.

As-salamu alaikum warahmatullah wabarakatuh:
Sesungguhnya aku memuji Allah subhanahu wa Ta’ala. Di kota Aden terdapat ikhwan-ikhwan yang mencintai sunnah Rasulullah saw dan mencintai Al-Ilmu An-Nafi’ (ilmu yang bermanfaat). Dan Allah mengetahui bahawa aku berangan-angan dalam banyak kesempatan untuk tinggal di sisi mereka di hari-hari yang dingin dalam rangka memberikan faedah (pelajaran) kepada mereka dan juga dalam rangka menjaga kesehatan.

Dan kami bergembira dengan sabda Rasulullah saw: “Akan muncul dari Aden Abyan 12,000 orang yang menolong Allah dan Rasul-Nya. Mereka adalah sebaik-baik orang di antaraku dan mereka”. (Tuhfatul Mujib ala As’ilatil Hadlir wal Gharib)



BATILION BERBANGSA EROPAH KE ISTAMBUL BAGI MEMBEBASKANNYA DARI KAUM MURTADIN


Hadis Pertama:
Abu Hurairah mengatakan bahawa Nabi saw bersabda:
"Hari Kiamat tidak akan datang sampai Rom akan mendarat di al-A'maaq atau dalam Dabiq. Suatu tentera yang terdiri daripada (tentera) terbaik dari orang-orang di bumi pada waktu itu akan datang dari Madinah (untuk melawan mereka). Ketika mereka akan menetapkan diri dalam barisan, maka Rom akan berkata: "Jangan berdiri di antara kami dan mereka (umat Islam) yang mengambil tahanan dari antara kita, marilah kita bertarung dengan mereka", dan Muslim akan berkata: "Sebenarnya, dengan izin Allah, kita tidak akan mendapatkan selain daripada anda dan dari saudara-saudara kami yang mungkin anda melawan mereka". Mereka kemudian akan berperang dan 1/3 (bahagian) tentera akan melarikan diri, yang Allah tidak akan mengampuninya. 1/3 (sebahagian daripada tentera) mereka akan menerima syahid yang terbaik di sisi Allah itu, akan dibunuh dan bahagian ketiga yang tidak pernah menerima keadilan akan menang dan mereka akan menakluk Konstantinopel. Dan ketika mereka akan sibuk dalam membahagikan barang rampasan perang (di antara mereka sendiri) selepas menggantung pedang mereka pada pohon-pohon zaitun, Iblis akan menangis: Dajjal telah terjadi di antara keluarga anda. Mereka kemudian akan meninggalkan (untuk kembali ke Syria), tetapi akan menjadi sia-sia. Dan ketika mereka kembali ke Syria, ia ( Dajjal ) akan keluar saat mereka akan masih mempersiapkan diri untuk pertempuran menyusul kedudukan.

Pada saat itu, ketika umat Islam akan mempunyai kelimpahan kekayaan, emas dan perak, kaum Muslim akan sangat diremehkan, lemah dan tak berdaya. Negara-negara musuh akan mengundang satu sama lain untuk menerkam mereka seumpama orang lapar mengundang satu sama lain untuk makanan. Para sahabat r.a. bertanya dengan bimbang mengucapkan:

"Wahai Nabi Allah! Apakah kita akan sangat sedikit jumlahnya?".

Nabi Muhammad saw menjawab:
"Tidak, kamu dalam bilangan yang besar seumpama buih di lautan, terlihat di mana-mana mata boleh mencapai. Tapi kamu akan dapat ditawan oleh 'wahn' ..!"

Para sahabat r.a. bertanya:
"Wahai Nabi Allah! Apa itu 'wahn'?"

Baginda saw menjawab: "Cinta dunia dan takut mati! Kalian akan bergandingan tangan dengan kumpulan Nasrani dan perang dengan yang lain. Kalian akan mendapatkan kemenangan. Pada masa itu, kalian akan hadir dalam dataran pergunungan besar yang banyak pohon. Sementara itu, orang-orang Nasrani akan menaikkan salib dan merujuk kemenangan itu. Pada masa ini, seorang Muslim akan menjadi marah, dan akan menarik salib ke bawah, di mana, orang-orang Nasrani akan bersatu untuk melanggar semua perjanjian dengan orang-orang Muslim. Orang Nasrani akan menuntut beberapa orang yang mereka inginkan, di mana kaum Muslimin akan menjawab: "Demi Allah Mereka adalah saudara kami. Kami tidak akan akan menyerahkan .." Ini akan memulakan perang. 1/3 tentera Muslim akan melarikan diri. Pertaubatan mereka tidak akan diterima. 1/3 lagi akan dibunuh. Mereka akan menjadi 'syahid' yang terbaik di sisi Allah. Sisanya 1/3 akan mendapatkan kemenangan, sampai, di bawah pimpinan Imam Mahdi, mereka akan berperang melawan kafir.." (HR Ibnu Majah)



Hadis Kedua:

Daripada Abu Nadhrah r.a dia telah berkata:
“Kami pernah duduk bersama-sama dengan Jabir Bin Abdullah r.a, dan dia pernah berkata: ‘Hampir-hampir nanti penduduk Iraq tidak akan mendapatkan semangkuk biji-bijian (makanan) dan satu dirham pun”. Kami bertanya: “Bagaimanakah sampai boleh terjadi begitu?”. Dia menjawab: “Disebabkan perbuatan Bangsa Asing. Mereka inilah yang menyekatnya (iaitu makanan dan wang) memasuki Iraq”. Jabir r.a berkata lagi: “Hampir-hampir nanti penduduk negara Syam tidak akan mendapat satu dinar sekalipun dan tidak juga semangkuk makanan”. Kami bertanya lagi kepadanya: “Bagaimanakah sampai boleh terjadi sebegitu pula?”. Jawab beliau r.a: “Itu disebabkan perbuatan Rom”. Kemudian beliau r.a terdiam seketika sehinggalah beliau r.a menyambung kata-katanya: “Baginda Rasulullah saw pernah bersabda: Pada akhir umatku nanti ada seorang pemimpin yang menimbunkan hartanya bertimbun-timbun dan tidak dia mengiranya satu-persatu (kerana terlalu banyak)”. Kemudian rawi bertanya kepada Abu Nadhrah r.a dan Abu al-‘Ala’ r.a: “Adakah kamu menyangka bahawa pemimpin itu adalah Umar Bin Abdul Aziz?”. Mereka berdua menjawab: “Tidak!”. (HR Muslim)



Hadis Ketiga:

Abu Hurairah berkata bahwasanya Nabi saw bersabda:
“Pernahkah kalian mendengar satu kota yang satu sisinya ada di daratan sementara satu sisi (lain) ada di lautan?” Mereka menjawab: “Kami pernah mendengarnya, wahai Rasulullah!” Beliau berkata: “Tidak akan tiba hari Kiamat sehingga 70,000 dari keturunan Nabi Ishaq menyerangnya (kota tersebut), ketika mereka (bani Ishaq) mendatanginya, maka mereka turun. Mereka tidak berperang dengan senjata, tidak pula melemparkan satu panah pun, mereka mengucapkan: ‘Laa ilaaha illallaah wallaahu Akbar’, maka salah satu sisinya jatuh (ke tangan kaum muslimin)”. Tsaur (salah seorang perawi hadis) berkata: “Aku tidak mengetahuinya kecuali beliau berkata: ‘Yang ada di lautan’. Kemudian mereka (tentera Bani Ishaq) mengucapkan untuk kedua kalinya: ‘Laa ilaaha illallaah wallaahu Akbar’, akhirnya salah satu sisi lainnya jatuh (ke tangan kaum muslimin). Lalu mereka mengucapkan untuk ketiga kalinya: ‘Laa ilaaha illallaah wallaahu Akbar’, lalu diberikan kelapangan kepada mereka. Mereka masuk ke dalamnya dan mendapatkan harta rampasan perang, ketika mereka sedang membahagi-bahagikan harta rampasan perang, tiba-tiba saja datang orang yang berteriak meminta tolong, dia berkata: “Sesungguhnya Dajjal telah keluar”, lalu mereka meninggalkan segala sesuatu dan kembali”. (HR Muslim dalam Shaihnya)



SIAPAKAH BANGSA BANI ISHAQ

Bangsa Romawi adalah keturunan Ishaq dari keturunan Al-'Ais bin Ishaq bin Ibrahim al-Khalil as (Lihat an-Nihaayah). Sedangkan bangsa Yahudi adalah dari keturunan Ya’qub bin Ishaq bin Ibrahim.

Ada sesetengah pihak menganggap bahawa Bangsa Parsi adalah Bani Ishaq tapi menurut Ibnu Qutaibah Ad-Dinuri, semua bangsa Parsi adalah keturunan Umaima, bukannya dari Al-'Ais bin Ishaq. (Lihat Al-Ma’arif).

Dalam hal ini, Qadi ‘Iyad menganggap bahawa perkataan yang sebenar adalah Bani Ismail, bukannya Bani Ishaq, kesalahan ini terjadi kerana maqlub lafaz. Qadi ‘Iyad berkata: “Demikianlah semua ungkapan yang ada dalam Shahih Muslim: ‘Dari bani Ishaq’”.

Kemudian beliau berkomentar: “Sebagian dari mereka berkata, ‘Yang terkenal lagi terjaga ungkapannya adalah ‘Dari Bani Ismail’, inilah makna yang ditunjukkan oleh hadis, kerana yang dimaksud sebenarnya adalah orang-orang Arab”.  (Syarh an-Nawawi li Shahiih Muslim)

Kenyataan Qadi ‘Iyad ini adalah benar jika ditinjau pada satu sisi iaitu Raja Kaum Muslimin pada waktu itu adalah dari Bani Tamim, satu klan dari Bangsa Arab Quraysh. Tetapi askar yang sebanyak 70,000 tersebut adalah terdiri dari Bani Ishaq.

Justeru yang benar, Bani Ishaq adalah bangsa Rome atau boleh disebut sebagai Eropah. Mereka lahir dari jalur keturunan Nabi Ishaq dimana baginda mengahwini Rifqa (Rebekah) iaitu anak perempuan kepada Bethuel. Rifqa kemudiannya mengandung dan melahirkan anak kembar (Lihat Perjanjian Lama - Genesis 24). Anak pertama diberi nama Esau di mana bangsa Arab menggelarnya sebagai Al-'Ais, sementara anak kedua dinamakan Ya'qub yang kemudian melakirkan Bangsa Yahudi.

Jadinya Ibnu Katsir berpendapat bahawa hadis ini menunjukkan bangsa Romawi memeluk Islam di akhir zaman sehingga ia menepati hadis yang diriwayatkan oleh Imam Muslim: “Sesungguhnya 70,000 orang dari bani Ishaq memeranginya”.Perlu diberi tandaan bahawa sumber Nasrani dan Yahudi seirama dengan kenyataan Ibnu Katsir bahawa Bangsa Eropah adalah keturunan dari Al-'Ais bin Ishaq bin Ibrahim. Begitu juga yang didapatkan dari penulis lain seperti dalam buku 'Armageddon Peperangan Akhir Zaman: Menurut al-Qur'an, Hadits, Taurat, Dan Injil oleh Wisnu Sasongko.

Beliau mengatakan bahawa menurut Perjanjian Lama, Esau bin Ishaq bin Ibrahim ini kemudian mengahwini sepupunya iaitu Malahat binti Ismail bin Ibrahim. Hasil perkahwinan inilah terbentuk bangsa Eropah yang dipanggil sebagai Bani Ishaq. Justeru Bani Ishaq merupakan sebutan yang lebih umum berbanding Bani Ashfar (Bangsa Rome).

Kenyataan ini makin dikuatkan oleh atsar yang diriwayatkan dari Al-Mustaurid al-Qurasy. Beliau berkata: Aku mendengar Rasulullah saw bersabda:

"Kiamat akan terjadi sementara itu bangsa Romawi adalah manusia yang paling banyak".

Lalu Amr berkata (kepada al-Mustaurid): "Jelaskanlah apa yang kau ucapkan itu!"

Lalu dia (al-Mustaurid) berkata:
"Aku mengatakan apa yang aku dengar dari Rasulullah saw".

Amr berkata:
"Jika demikian yang engkau ungkapkan, maka sesungguhnya di dalam diri mereka ada empat (kelebihan):

Sesungguhnya mereka adalah manusia paling tenang ketika datang fitnah, paling cepat sedar ketika terjadi musibah, paling cepat menyerang setelah mundur, dan sebaik-baiknya (manusia) dalam menghadapi orang miskin, anak yatim dan orang lemah, dan yang kelima adalah sesuatu yang indah lagi elok, iaitu mereka orang yang paling bersemangat mencegah kezaliman para raja". (HR Muslim dalam Shahih Muslim)

Kelebihan Bangsa Eropah Islam

1. Mereka adalah manusia paling tenang ketika datang fitnah,
2. Mereka cepat sedar ketika terjadi musibah,
3. Mereka cepat menyerang setelah mundur,
4. Mereka menyantuni dan meladeni orang miskin, anak yatim dan orang lemah,
5. Mereka bersemangat mencegah kezaliman para pemerintah.



NANTINYA KAUM MUSLIMIN AKAN MEMERANGI BANGSA TURKI

Kota istambul dengan benteng 3 lapis di Turki masih tetap utuh sehingga kini. Ketika akhir zaman tatkala  Turki dan Kota Istambul telah murtad dan mengubah statusnya menjadi negara kafir lalu 70,000 tentera Islam yang terdiri dari Kaum Eropah akan mendatangi Turki dan mengepung Istambul.

Bangsa Turk berasal dari sebelah utara, tengah dan barat Eurasia. Hari ini terdapat 6 Negara Bangsa Turk iaitu Turki, Azerbaijan, Kazakhstan, Kirgizstan, Turkmenistan & Uzbekistan. Juga terdapat banyak sub-nasional yang didiami oleh Bangsa Turk seperti Tatarstan, Bashkortostan, Chuvashia, Sakha, Karachay-Cherkessia, Kabardino-Balkaria, Khakassia & Tuva di Rusia, Gagauzia di Moldova, Krimea di Ukraina juga Xinjiang di China.

Hakikatnya, Bangsa Turk diwakilkan oleh manusia dari keturunan Kazakhs, Uzbek, Kyrgyz, Uyghur, Azerbaijan, Turkmen, Xiongnu, Kipchaks, Avar Eurasia, Bulgar, Hun, Seljuk, Khazar, Uthman dan Timurid. Daripada Jalur Uthman inilah lahir kerajaan Uthmaniyah.

Cumanya Bangsa Turk di Uthmaniyah telah mengalami kahwin campur dengan Bangsa Ashfar setelah mereka berjaya menakluki Kostantinopel.Department of Near Eastern Studies dari University of Michigan telah menyediakan satu penelitian yang berjodol 'Kajian 'Bangsa Turk'.

Jika merujuk kepada nasab maka Bangsa Turk adalah berasal dari Turk bin Yafits bin Nuh. Namun sebahagian ulama berselisih dalam bab ini. Lantas jadilah beberapa pandangan antaranya adalah:

1. Yafits bin Nuh dan dari keturunan inilah lahir Ya'juj dan Ma'juj.
2. Qanthura' iaitu hamba wanita Nabi Ibrahim.
3. Tubba'.
4. Afridun bin Sam bin Nuh. (Lihat Mu'jamul Buldaan, Fathul Bari)


Mereka merupakan sebuah bangsa yang telah disebut oleh Rasulullah dengan sebutan  التُّرْكَ yang memang sampai hari ini sebutan itu merujuk hanya kepada mereka.Abu Hurairah menyebutkan bahawa Rasulullah saw bersabda:

"Tidak akan terjadi hari Kiamat hingga kaum muslimin memerangi bangsa Turk, iaitu kaum di mana wajah-wajah mereka seperti perisai yang dilapisi kulit, mereka memakai (pakaian) yang terbuat dari bulu dan berjalan (dengan kasut) yang terbuat dari bulu". (HR Muslim)

Sedangkan dalam lafaz Imam Al Bukhari terdapat sedikit perbezaan: "Tidak akan terjadi hari Kiamat hingga kalian memerangi satu kaum yang kasut mereka terbuat dari bulu, dan kalian memerangi bangsa Turk yang bermata sepet, wajahnya merah, hidungnya pesek, wajah-wajah mereka seperti perisai yang dilapisi kulit".

Maka hadis di atas menjadi petanda bahawa di akhir zaman nanti umat islam akan berperang dengan keturunan Turk bin Yafits bin Nuh yang terpecah kepada 3 bangsa iaitu Turki Uthmaniyah, Ya'juj dan Ma'juj.

Perlu kita beri tanda, bahawa telah terjadi peperangan di zaman sahabat antara umat Islam dengan Bangsa Turk, dan pernah terjadi pelanggaran yang besar oleh Bangsa ini keatas umat Islam di zaman Abbasiyah sehingga meranapkannya. Kemudian Bangsa Turk sekali lagi akan memerangi Kaum Muslimin ketika akhir zaman.

Di waktu pemerintahan Mu'awiyah bin Abi Sufyan, adik ipar rasulullah sekaligus Paman Kaum Muslimin, dia mendapat khabar bahawa terjadi peperangan antara Kaum Muslimin dan Bangsa Turk lantas beliau marah. Abu Ya'la meriwayatkan dari Mu'awiyah bin Khudaij, dia berkata:

"Aku bersama Mu'awiyah bin Abi Sufyan ketika datang surat dari pegawainya di suatu daerah. Pegawainya mengabarkan bahawa terjadi peperangan dengan Bangsa Turk dimana kaum Muslimin berjaya mengalahkan mereka. Banyak korban dari mereka, demikian pula banyak harta rampasan perang yang didapatkan dari mereka. Lalu Mu'awiyah marah kerana hal itu, kemudian memerintahkan untuk membalas surat (yang isinya):

"Aku telah memahami apa yang engkau katakan, korban yang telah engkau bunuh dan harta rampasan perang yang engkau dapatkan, maka aku tidak akan pernah ingin tahu terhadap apa yang engkau telah persiapkan, dan jangan engkau perangi mereka sampai datang perintahku kepadamu".

Aku (Mu'awiyah bin Khudaij) bertanya: "Kenapa wahai Amirul Mukminin?" Beliau menjawab: "Aku mendengar Rasulullah saw bersabda: "Sungguh bangsa Turk akan mengalahkan orang Arab hingga mengejarnya di Asy-Syiih dan al-Qaishuum". Aku (Mu'awiyah bin Abi Sufyan) tidak suka untuk memerangi mereka kerana takut itu terjadi". (Fathul Bari)

Lalu zaman berputar, apa yang ditakdirkan menimpa atas mereka maka ia pun terjadi dan berlaku atas kaum Muslimin. Bangsa Turk memerangi Abbasiyah lalu meranapkannya. Imam Nawawi berkata tentang mereka:

"Peperangan dengan bangsa Turk didapati dengan segala sifat mereka yang diungkapkan oleh Nabi saw: mata mereka kecil, muka mereka merah, hidung mereka kecil, muka mereka seperti perisai yang dilapisi kulit (maknanya bermula lebar), memakai kasut dari bulu, mereka didapati dengan sifat-sifat tersebut pada masa kami, kaum muslimin telah memerangi mereka beberapa kali dan sekarang pun mereka memeranginya". (Syarah Shahih Muslim)

Namun apakah hadis di atas iaitu Tidak akan terjadi hari Kiamat hingga kaum muslimin memerangi bangsa Turk' telah selesai penyempurnaannya? Jawabannya tidak sebab peperangan dengan Bangsa Turk berlaku 3 kali seperti yang Nabi sebutkan.

Dari Abdullah bin Buraidah dari bapaknya berkata: "Aku pernah duduk bersama Rasulullah saw kemudian kami mendengar beliau bersabda: "Sesungguhnya umatku akan digiring oleh satu kaum yang berwajah lebar, bermata sepet, wajah-wajah mereka seperti perisai, hingga mereka (Bangsa Turk) dapat mengejar (kaum Muslim)  di Jazirah Arab. Pada kali yang pertama, selamatlah orang yang lari darinya. Pada kali kedua, sebahagiannya binasa dan sebagian lainnya selamat, sementara pada kali yang ketiga, mereka semua (Bangsa Turk) membunuh yang tersisa (iaitu Kaum Musim)". Para sahabat bertanya: "Wahai Nabiyullah! Siapakah mereka?" Beliau menjawab: "Mereka adalah bangsa Turk". Beliau berkata: "Demi Zat yang jiwaku berada di tangan-Nya, niscaya kuda-kuda mereka akan ditambatkan di tiang-tiang masjid kaum muslimin". Abdullah berkata: "Setelah itu Buraidah tidak pernah berpisah dengan dua atau tiga ekor unta setiap waktu, bekal perjalanan, dan air minum untuk laripada bila-bila masa, lantaran beliau mendengar sabda Nabi saw tentang musibah yang ditimpakan oleh para pemimpin Turk". (HR Ahmad dalam Musnadnya. Al-Haitsami berkata dalam Majma'uz Zawaaid: "diriwayatkan oleh Ahmad dan al-Bazzar secara ringkas, perawinya adalah perawi shahih)

Namun hadis Abu Hurairah yang menceritakan tentang peperangan dengan Bangsa Turk tidak tamat begitu sahaja, sebaliknya ia memiliki sambungan, sepertimana yang diriwayatkan oleh seorang ulama agung, Amirul Mukminin fil hadis, yang berbangsa Turk, iaitu Imam Al Bukhari!Sambungan hadis tersebut adalah Nabi bersabda: "Dan kalian akan mendapati manusia yang paling baik adalah yang (sebelumnya) paling benci terhadap perkara ini (Islam) hingga ia masuk ke dalamnya dan manusia ibarat bijih besi, orang terbaik dari mereka pada masa Jahiliyyah adalah orang terbaik dari mereka pada masa Islam".

Muslim meriwayatkan hadis yang sama tetapi ada tambahan lafaz: "Manusia itu bagaikan barang bijih besi, seperti layaknya bijih emas dan perak. Orang yang baik pada zaman jahiliyah adalah orang yang baik pada zaman Islam apabila mereka memiliki pemahaman yang baik".

Hadis ini benar kerna datang dari lisan yang senantiasa dibenarkan oleh Allah. Betapa banyak ulama hebat dari Bangsa Turk telah lahir seperti Imam Abu Dawud, anaknya yang setarafnya yang bernama Imam Ibnu Abu Dawud, Al-Bazzar, Al-Hafiz Abu Zakaria Abdul Rahim Ibnu Nasr Al-Bukhari, Abdul Rahim bin Ahmad Al-Bukhari, dan Abu Al-Abbas Al-Maqdisi Al-Hambali.



___________________________
~ Abu Amru ~
Lajnah Makalah Sejarah
Telegram:  https://t.me/rmb_slf
_____________________________









Dapatkan buku Kemunculan Misteri Pemuda Bani Tamim Di Akhir Zaman! Untuk keterangan lanjut sila KLIK DI SINI .



Comments